43 Orang Guru PNS Eks K2 Terpaksa Turun Pangkat

Ilustrasi

Hasil Pertemuan Tertutup Guru dengan Pihak BKN

SETELAH berlarut-larut sejak tahun 2014, akhirnya masalah 43 orang Guru eks Honorer Kategori Dua (K2) yang bertugas di sejumlah SD dan SMP di Kota Pematang Siantar menemui titik terang. Salah satu solusi yang bakal ditempuh adalah dengan memperbaiki administrasi surat penugasan serta status kepangkatan mereka. Saat ini mereka sudah menyandang status sebagai Guru Pertama Golongan III.A dan rata-rata sudah lulus sertifikasi guru.

Bacaan Lainnya

Namun, dalam waktu dekat mereka terpaksa harus turun pangkat karena akan dikembalikan ke golongan pertama saat pengangkatan, yakni Golongan II.A. Jalan tengah yang bakal ditempuh ini mengemuka dalam pertemuan terbatas yang dihadiri para Guru dengan pihak Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional Medan yang difasilitasi Pemko Pematang Siantar. Pertemuan tertutup yang dipimpin Asisten III, Pardamean Silaen ini digelar Jumat siang (16/09/22) di Ruang Data Pemko Pematang Siantar Jalan Merdeka.

Informasi yang diperoleh Intuisi.co.id usai pertemuan, solusi ini ditempuh agar ada upaya penyelesaian yang jelas serta tidak berlarut-larut. Apalagi meski berstatus Golongan III.A, mereka tak bisa naik pangkat karena database mereka bermasalah di BKN. Awalnya jumlah mereka saat pengangkatan pertama ada 47 orang. Namun 3 orang lainnya telah berpindah tugas ke daerah lain. Sedangkan seorang diantaranya telah meninggal dunia.

Teknisnya yang bakal ditempuh, mengembalikan mereka lebih dulu secara administratif ke golongan sesuai pengangkatan pertama oleh Wali Kota, Susanti Dewayani. Namun masa tugas mereka tetap terhitung sejak pengangkatan pertama. Setelah itu, mereka akan difasilitasi untuk mengurus kenaikan pangkat ke golongan III.A. Tentunya dengan pertimbangan bahwa berkas penyesuaian ijazahnya tidak bermasalah.

Penelusuran media ini, saat pengangkatan pertama sebagai Calon PNS dari Honorer K2, mereka mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Wali Kota, Hulman Sitorus dengan status CPNS Golongan II.A. Seiring waktu, mereka kemudian berupaya mengurus kenaikan pangkat menjadi Guru Pertama Golongan III.A yang difasilitasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pematang Siantar. Saat itu Wali Kota  dijabat oleh Penjabat Wali Kota, Jumsadi Damanik karena Pilkada Wali Kota 2015 yang tertunda.

Belakangan, status mereka yang telah beralih golongan bermasalah, sebab data base BKN, mereka masih berstatus golongan II. Padahal mereka telah memenuhi syarat, yakni berlatar belakang pendidikan Sarjana Strata (S-1). Akibatnya, saat mereka mengurus kenaikan Golongan ke III.B berkas mereka ditolak BKN.

Benteng Damanik dan Liston Simamora, perwakilan guru yang ditemui Intuisi.co.id di Balai Data, pihaknya mengaku menerima tawaran solusi tersebut. “Ketimbang berlarut-larut sejak 2014, dan kami juga sudah lelah berjuang mengurusnya bolak-balik ke Jakarta, kami pun menerima tawaran tersebut. Apalagi selama ini pun kami tak bisa naik pangkat dan golongan karena ada masalah di BKN. Hanya saja, mohonlah kami difasilitasi dan dibantu serta tidak dipersulit lagi untuk urusan selanjutnya,”ujar mereka.

Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Timbul Simanjuntak dan Sekretaris Dinas Pendidikan Pematang Siantar, Rudolf  Barmen Manurung yang ditemui terpisah mengamini tawaran solusi tersebut. Menurut keduanya, solusi tersebut merupakan tawaran paling moderat setelah mempertimbangkan berbagai masukan. “Yang pasti kami dari BKD akan berupaya semaksimal mungkin membantu agar masalah ini segera selesai, dan para guru tidak dirugikan berkepanjangan,”ujar Timbul Simanjuntak singkat usai pertemuan. (jh).

 

 

Pos terkait