Masyarakat Miskin Terima Beras PKH Tak Berkualitas

ILUSTRASI

MASYARAKAT miskin yang masuk Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM), engeluh karena beras yang dibagikan tidak berkualitas atau kekuning-kuningan.

Fakta tersebut dibenarkan anggota DRD Siantar Netty Sianturi. Bahkan, politisi Partai Gerindra tersebut sangat menyesalkannya mengapa program untuk orang miskin justru dipermainkan yang diduga untuk mengambil keuntungan sepihak.

Bacaan Lainnya

“Ya,waktu saya melakukan reses di Kelurahan Siopat Suhu, Sabtu 10/12/2022) kemarin, ada warga yang tercatat masuk PHK mengatakan, beras yang mereka terima kekuning-kuningan atau kurang berkualitas,” ujar Netty Sianturi, Senin (12/12/2023).

Untuk itu, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Siantar yang membidangi bantuan sosial diminta untuk melakukan pengawasan degan ketat. Sehingga, pihak Rumah Pangan Kita (RPK) memang menyalurkan beras yang berkualitas.

“Sekarang, masyarakat sudah semakin kritis. Untuk itu jangan malah dibodoh-bodohi dan pihak RPK sebagai penyalur harus jujur,” ujar politisi perempuan tersebut.

Terpisah, Risbon Sinaga sebagai Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial P3A Kota Siantar, ternyata sudah mengetahui adanya beras tidak berkualitas disalurkan pengelola RPK kepada masyarakat di Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur.

“Walapun sudah sempat diedarkan, masih ada belum dibagikan. Jadi, kita sudah memberi peringatan kepada pengelola RPK itu supaya segera ditukar kepada distributor sebagai sumber pengadaan beras,” ujarnya sembari mengatakan bahwa beras tak berkualitas yang sudah ditukar tersebut banyaknya sekira dua truk.

Sementara, bagi masyarakat yang sudah sempat menerima beras tidak berkualitas, dikatakannya “apa boleh buat”. “Jadi apa mau kita bilang, apa lagi beras itu sudah dimasak. Yang jelas, bagi yang masih memiliki beras bisa dikembalikan dan sudah diganti sesuai standart,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, terkait penyaluran beras yang merupakan bagian dari penyaluran sembako PKH, pihak hanya melakukan monitor. “Yang jelas kita sudah beri peringatan. Artinya, sebelum beras disalurkan harus ada uji materi dan itu tanggungjawab dari pihak RPK yang jumlahnya di kota Siantar sebanyak 65 unit,” ujarnya mengakhiri. (In)

Pos terkait