Pejabatnya Tak Tahu Wali Kota Berada Dimana?

Puluhan pejabat Pemko Pematang Siantar hadir pada RDP, Senin (19/9/22) namun tak berwenang mewakili Wali Kota. (foto/jal)

Mangatas: “Manajemen Pemerintahan Siantar Tak Jalan”

WAKIL Ketua DPRD Pematang Siantar, Mangatas Silalahi  tampak kesal sehingga melontarkan kritikan pedas seputar amburadulnya tata kelola atau manajemen pemerintahan di bawah kepemimpinan Wali Kota, Susanti Dewayani. Pasalnya, meski banyak pejabat teras yang hadir, namun mereka sama sekali tak berwenang mewakili Wali Kota karena tak ada penugasan resmi.

Kekecewaan politisi Partai Golkar ini bermula dari ketidakhadiran Susanti dalam gelaran Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin pagi (19/09/22) di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD. Bahkan sampai diskors untuk ketiga kalinya, pukul 14.00 WIB, Susanti juga tak kunjung nongol.

Bacaan Lainnya

Di hadapan anggota dewan serta puluhan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta jajaran pejabat struktural lainnya, Mengatas mengaku heran. Sebab tak seorang pun diantara ASN yang hadir saat itu, padahal mereka pejabat, mengetahui keberadaan Wali Kota. “Inilah kalau manajemen pemerintahan tak jalan,”ujarnya dengan rada kesal.

Di ruang rapat tampak pejabat teras Pemko, Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas, Kepala Badan sampai Kepala Bidang. Namun karena Wali Kota tak hadir, rapat dengan pendapat yang harusnya membahas tentang kebijakan Wali Kota ini tak bisa digelar. “Padahal undangan sudah disampaikan hari Kamis lalu ke Pemerintah Kota,”tandasnya dari kursi pimpinan, sesaat sebelum rapat akan diskors Ketua DPRD, Timbul Marganda Lingga.

Mangatas secara tegas memnghimbau agar Sekda, Budi Utari serta pejabat struktural lainnya tak perlu takut bekerja sepanjang dalam koridor tupoksinya masing-masing. ASN harus dapat bekerja menjalankan tugasnya dengan baik agar tata kelola pemerintahan berjalan efektif. “Sekda harus berani, tak perlu takut. ASN tak perlu takut dimutasi atau dicopot. Yang perlu ditakuti hanya Tuhan,”tegasnya. seraya mengusulkan agar rapat kembali ditunda hingga pukul 14.00 WIB.

Namun saat rapat dibuka kembali pukul 14.30 dari semula direncanakan pukul 14.00, Susanti juga tak juga hadir. Pimpinan rapat, Mangatas Silalahi sempat bertanya kepada puluhan ASN yang datang ke ruangan rapat lengkap dengan berkas-berkasnya. “Saya tanya dulu, siapa yang mengundang kalian datang ke mari?” Semua ASN yang hadir malah terdiam saling berpandangan, namun tak satupun berani menjawab. Akhirnya, Mangatas memberikan kesempatan berbicara kepada sejumlah anggota DPRD, sebelum akhirnya menutup rapat tersebut. Rapat kemudian dilanjutkan di internal pimpinan DPRD yang berlangsung secara tertutup. (jh).

 

Pos terkait