Proyek Meter Induk Tirta Uli Segera Tender Ulang

Kantor PDAM Tirtauli Jl. Porsea No.2 Pematang-Siantar. (foto jaluatua)

Dirut Tirtauli Zulkifli Lubis: “Dikerjakan Tahun Ini Juga”

PROYEK pengadaan meter induk milik Perumda Air Minum Tirta Uli yang sempat ditunda sejak Juni 2022 lalu, segera dilanjutkan lagi alias tender ulang. Pasalnya, saat tender pertama yang digelar pada Mei – Juni 2022 lalu, tak satu pun peserta yang perusahaannya ditetapkan sebagai pemenang. Saat proses tender berlangsung, posisi Zulkifli Lubis tengah akan mengakhiri masa jabatan periode pertama, yakni pada 18 Juli 2022.

Bacaan Lainnya

Rencana kelanjutan proyek tersebut dibenarkan oleh Direktur Utama Perumda Tirta Uli, Zulkifli Lubis kepada Intuisi.co.id, Senin siang (19/09/22), saat ditemui di pelataran parkir DPRD Pematang Siantar. “Iya akan kita lanjutkan tahun ini juga, sekarang sedang dalam proses kembali,”ujarnya singkat. Saat  ditanya lebih jauh tentang teknis pelaksanaannya, Zulkifli yang pengangkatannya untuk periode kedua tengah disorot DPRD ini, tak merespon. Bersama sejumlah stafnya, Zulkifli selaku Kuasa Pengguna Anggaran bergegas dan terburu-buru memasuki mobilnya, berusaha menghindari awak media.

Sebagaimana diketahui, proyek pemasangan dan penggantian meter induk dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp. 5.194.346.000 yang bersumber dari dana RAKP Tirta Uli tahun 2022 gagal dikerjakan. Penyebabnya, bahwa berdasarkan hasil evaluasi Kelompok Kerja Pemilihan (Pokmil) Perumda Tirta Uli, tak satu pun perusahaan memenuhi syarat. Pokmil akhirnya memutuskan bahwa tender proyek ini gagal, sehingga harus ditender ulang pada kesempatan berikutnya.

Tak puas dengan keputusan Pokja, pihak rekanan peserta, PT. Purda Chasea Nola Prana dan PT. Arion Intan Jaya mengajukan sanggahan. PT Purba Chasea Nola Prana tidak diluluskan dengan alasan pengalaman kerja perusahaan lebih dari 5 (lima) tahun terakhir atau karena ruang lingkup pekerjaan tidak sesuai dengan persyaratan pengalaman yang diminta dalam dokumen pemilihan. Sedangkan PT. Arion Intan Jaya, selain soal pengalaman kerja, juga tidak diluluskan dengan alasan karena tidak memiliki izin kepabeanan. Padahal, perusahaan ini merupakan penyedia jasa konstruksi dan memang bukan perusahaan ekspor impor. (jh)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait