SMP Negeri 8 Sosialisasikan Bahaya Merokok dan Narkoba

Dewi Sartika Tarigan mewakili Kepala BNN Pematang Siantar memberikan wejangan di hadapan siswa SMP 8. (foto jalatua)

MAKIN banyaknya anak usia pendidikan dasar yang mencoba-coba merokok, bahkan berpotensi menjadi perokok aktif saat usia remaja menjadi keprihatinan semua pihak. Apalagi mereka masih berada pada usia berkembang, tentu butuh jumlah oksigen bersih serta nutrisi yang cukup. Sayangnya, malah racun dari asap tembakau yang mereka nikmati. Fenomena ini merupakan tanggung jawab semua pihak untuk mencegahnya, bukan hanya tanggungjawab sekolah dan orang tua.

Menyikapi keprihatinan tersebut, Plt. Kepala SMP Negeri 8 Kota Pematang Siantar, Imelda Romualdex Samosir bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pematang Siantar, menggelar sosialisasi bahaya merokok dan penyalahgunaan narkoba, Jumat pagi (16/09/22) kepada 824 orang siswa dan para guru serta pegawai. Mewakili Kepala BNN Pematang Siantar, tampak hadir memberikan wejangan, Dewi Sartika Tarigan didampingi stafnya.

Bacaan Lainnya

Sosialisasi yang digelar di lapangan sekolah ini diawali dengan senam massal bertema lagu tolak narkoba. “Kegiatan ini juga sekaligus sosialisasi lagu mars BNN yang syairnya merupakan penjelasan kepada masyarakat tentang bahayaa penyalah gunaan narkoba. Jadi adik-adik sekalian, kami dari BNN secara berkesinambungan terus mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada kalian, bahwa narkoba itu sangat berbahaya. Kalian harus menjauhinya sejak dini,”ujar Dewi Sartika di hadapan siswa dengan penuh semangat.

Sebelumnya, Imelda Samosir menjelaskan kepada siswa dan guru, jika kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Dinas Pendidikan bersama BNN Kota Pematang Siantar. Untuk lebih mudah dicerna para siswa, dalam kegiatan ini ditampilkan contoh bahaya merokok lewat botol aqua yang dikemas sedemikian rupa oleh sekelompok siswa. Sembari memegang botol aqua berisi kapas yang ujungnya telah disulut sebatang rokok, Imelda menceritakan betapa bahayanya paru-paru seseorang akibat terkontaminasi nikotin asap rokok. “Apa paru-paru kalian mau seperti ini?” ujarnya sembari memperlihatkan kapas dalam botol aqua yang mulai berubah warna jadi kecoklatan karena terkena asap rokok dinyalakan di ujung botol.

Melda yang berlatar belakang Guru IPA ini lebih rinci menjelaskan proses perkembangan paru-paru manusia. Ketika sedang merokok, tubuh manusia menerima banyak karbon monoksida. Ketika karbon monoksida menggantikan oksigen serta bergabung dengan hemoglobin, hal akan menyebabkan oksigen berkurang. Akibatnya, jaringan dan organ lain ikut terganggu akibat kekurangan oksigen. Jika kondisi ini terjadi pada anak yang masih bertumbuh, hal itu dapat menyebabkan bahaya besar. Sebab pada usia ini sistem saraf si anak belum matang, dan dampak zat psikoaktif  tembakau menyebabkan efek yang jauh lebih kuat pada kesehatan anak daripada orang dewasa.

Semakin muda usia anak merokok, maka semakin banyak suplai darah otak di bawah pengaruh nikotin. Hal ini memperburuk koordinasi gerakan, kemampuan logika, bahkan memori jangka pendek. “Karena itu, anak-anak saya, sayangilah dirimu, sayangi orang tuamu, jauhilah sejak dini rokok apalagi narkoba,”tegasnya. (jh).

Pos terkait